Pergerakan Harga DINAR EMAS Harian

Gerai Dinar Johor

Jam Kerja Menyesuaikan Pusat:
08.00 s.d. 16.00 WIB
Hari Kerja :
Senin s.d. Jum'at
(Kecuali hari libur nasional)

Alamat :
Skudai Johor Malaysia

Telp. : +60167199008

Email: akulagion@gmail.com

Grafik Harga DINAR EMAS Mingguan  Grafik Harga DINAR EMAS Bulanan  Grafik Harga DINAR EMAS Tahunan  Grafik Harga DINAR EMAS 10 Tahunan 

Friday, February 4, 2011

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Oleh Muhaimin Iqbal   
Karena banyaknya pengunjung yang mengira bahwa Dinar Iraq dan lain sebagainya adalah sama dengan Dinar Islam. Maka perlu saya buat penjelasan yang sangat jelas bahwa Dinar Iraq dan sejenisnya adalah tidak sama dan bukan Dinar Islam. Dinar Iraq adalah uang kertas biasa, sedangkan Dinar Islam adalah uang emas 22 karat 4.25 gram.

Lebih jauh agar kita mengenal Dinar Islam ini lebih dekat, berikut saya petikkan uraian dari buku saya (Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham) yang menjelaskan detil tentang Dinar Islam. 

Islamic Dinar and DirhamUang dalam berbagai bentuknya sebagai alat tukar perdagangan telah dikenal ribuan tahun yang lalu seperti dalam sejarah Mesir kuno sekitar 4000 SM – 2000 SM. Dalam bentuknya yang lebih standar uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas. Standar Julius Caesar ini berlaku di belahan dunia Eropa selama sekitar 1250 tahun yaitu sampai tahun 1204.

Di belahan dunia lainnya di Dunia Islam, uang emas dan perak yang dikenal dengan Dinar dan Dirham juga digunakan sejak awal Islam baik untuk kegiatan muamalah maupun ibadah seperti zakat dan diyat sampai berakhirnya Kekhalifahan Usmaniah Turki tahun 1924. 

Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW,”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud). 

Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham. 

Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma. 

Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .

Sampai pertengahan abad ke 13 baik di negeri Islam maupun di negeri non Islam sejarah menunjukan bahwa mata uang emas yang relatif standar tersebut secara luas digunakan. Hal ini tidak mengherankan karena sejak awal perkembangannya-pun kaum muslimin banyak melakukan perjalanan perdagangan ke negeri yang jauh. Keaneka ragaman mata uang di Eropa kemudian dimulai ketika Republik Florence di Italy pada tahun 1252 mencetak uangnya sendiri yang disebut emas Florin, kemudian diikuti oleh Republik Venesia dengan uangnya yang disebut Ducat.

Pada akhir abad ke 13 tersebut Islam mulai merambah Eropa dengan berdirinya kekalifahan Usmaniyah dan tonggak sejarahnya tercapai pada tahun 1453 ketika Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel dan terjadilah penyatuan dari seluruh kekuasan Kekhalifahan Usmaniyah. 

Selama tujuh abad dari abad ke 13 sampai awal abad 20, Dinar dan Dirham adalah mata uang yang paling luas digunakan. Penggunaan Dinar dan Dirham meliputi seluruh wilayah kekuasaan Usmaniyah yang meliputi tiga benua yaitu Eropa bagian selatan dan timur, Afrika bagian utara dan sebagian Asia.

Pada puncak kejayaannya kekuasaan Usmaniyah pada abad 16 dan 17 membentang mulai dari Selat Gibraltar di bagian barat (pada tahun 1553 mencapai pantai Atlantik di Afrika Utara ) sampai sebagian kepulauan nusantara di bagian timur, kemudian dari sebagian Austria, Slovakia dan Ukraine dibagian utara sampai Sudan dan Yemen di bagian selatan. Apabila ditambah dengan masa kejayaan Islam sebelumnya yaitu mulai dari awal kenabian Rasululullah SAW (610) maka secara keseluruhan Dinar dan Dirham adalah mata uang modern yang dipakai paling lama (14 abad) dalam sejarah manusia.

Selain emas dan perak, baik di negeri Islam maupun non Islam juga dikenal uang logam yang dibuat dari tembaga atau perunggu. Dalam fiqih Islam, uang emas dan perak dikenal sebagai alat tukar yang hakiki (thaman haqiqi atau thaman khalqi) sedangkan uang dari tembaga atau perunggu dikenal sebagai fulus dan menjadi alat tukar berdasar kesepakatan atau thaman istilahi. Dari sisi sifatnya yang tidak memiliki nilai intrinsik sebesar nilai tukarnya, fulus ini lebih dekat kepada sifat uang kertas yang kita kenal sampai sekarang .

Dinar dan Dirham memang sudah ada sejak sebelum Islam lahir, karena Dinar (Dinarium) sudah dipakai di Romawi sebelumnya dan Dirham sudah dipakai di Persia. Kita ketahui bahwa apa-apa yang ada sebelum Islam namun setelah turunnya Islam tidak dilarang atau bahkan juga digunakan oleh Rasulullah SAW– maka hal itu menjadi ketetapan (Taqrir) Rasulullah SAW yang berarti menjadi bagian dari ajaran Islam itu sendiri, Dinar dan Dirham masuk kategori ini.

Islamic Dinar & Dirham Produced by Logam Mulia Indonesia - With The Weight & Purity Certification By KAN (Indonesia) an LBMA (UK -London) Di Indonesia di masa ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam Mulia - PT. Aneka Tambang TBK. Saat ini Logam Mulia-lah yang secara teknologi dan penguasaan bahan mampu memproduksi Dinar dan Dirham dengan Kadar dan Berat sesuai dengan Standar Dinar dan Dirham di masa awal-awal Islam.

Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaituLondon Bullion Market Association (LBMA).

Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.

Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..

Sunday, January 30, 2011

Investment Box : Dimana Penempatan Investasi Anda...?

Oleh Muhaimin Iqbal   
Minggu, 30 January 2011 09:46
Dengan begitu banyaknya pilihan investasi yang sering ditawarkan orang ke Anda, kadang tidak mudah bagi seorang professional sekalipun untuk menentukan pilihannya – apalagi bagi masyarakat awam. Pengelola dana-dana investasi pada umumnya mengembangkan trik-trik tersendiri yang dibangun berdasarkan skills dan pengalamannya. Di antara trik-trik tersebut, saya pilihkan yang paling mudah dan kemudian saya sederhanakan dalam tulisan ini – menjadi sedemikian mudah dan sederhana – karena mirip dengan permainan kelereng sewaktu kita kecil.

Waktu kecil dahulu, saya suka sekali bermain kelereng di kampung. Untuk menyimpan kelereng yang  jumlahnya banyak, perlu kotak tersendiri. Kelereng-kelereng yang paling sering saya gunakan untuk bermain – untuk gacoan misalnya – maka harus saya taruh di tempat paling atas di dalam kotak agar mudah saya temukan. Bila posisinya tidak diatas, maka perlu waktu untuk mengaduk-aduk seisi kotak untuk menemukan gacoan ini.

Nah mengelola dana investasi adalah mirip dengan mengelola kelereng dalam kotak tersebut. Sumbu-sumbu kotaknya adalah profitability (sumbu x) , liquidity (sumbu y) dansolvability (sumbu z). Setiap jenis investasi memiliki karakter tersebiri dalam hal profitability, liquidity dan solvability-nya. Ketiganya menentukan posisinya di dalam kotak investasi atau saya sebut saja investment box.

Untuk mudahnya masing-masing sumbu kita bagi dalam skala tiga saja yaitu rendah (1) , sedang (2) dan tinggi (3). Posisi investasi tertentu didalam investment box di tentukan oleh kordinat xyz-nya. Lantas apa yang menentukan mana yang rendah, sedang dan tinggi di masing-masing sumbu ?. Masing-masing orang bisa punya cara tersendiri. Kalau saya, yang saya gunakan saat ini adalah sebagai berikut :
 Investment Box
Untuk profitability, batasan yang saya gunakan adalah tingkat inflasi bahan pangan. Semua bentuk investasi harus bisa mengalahkan inflasi bahan pangan yang rata-ratanya 12 % selama lima tahun terakhir. Bila hasil investasi kurang dari inflasi bahan pangan, saya kategorikan hasil investasi rendah. Sampai dua kali inflasi bahan pangan (24%) saya kategorikan sedang, dan diatas itu baru tinggi.

Untuk liquidity adalah apabila dana dari investasi tersebut bisa kita cairkan kapan saja kita butuhkan – tanpa syarat, maka kategorinya tinggi (seperti kelereng yang berada di bagian kotak paling atas !), bila memerlukan proses dan waktu tertentu saya kategorikan sedang – dan bila pencairannya bersyarat – seperti ketika Anda mau mencairkan dana asuransi harus mencapai usia tertentu atau Anda harus meninggal dahulu misalnya – maka yang ini saya kategorikan rendah.

Untuk solvability adalah bandingannya apabila ada pinjaman untuk modal investasi Anda tersebut. Bandingannya adalah standar appresiasi harga emas yang berada di kisaran 20% per tahun selama lima tahun terakhir. Mengapa emas yang saya gunakan untuk standar ?, karena pinjaman berbasis emas dan dikembalikan dalam bentuk emas dengan jumlah yang sama inilah yang paling adil dan tidak mengandung riba. Bila investasi Anda mampu melebihi apresiasi harga emas, maka pertumbuhan asset Anda akan lebih dari cukup untuk mengembalikan pinjaman modal yang berupa emas – maka jenis investasi ini yang saya kategorikan memiliki solvability tinggi. Bila hanya pas-pasan di kisaran appresiasi emas saya kategorikan sedang dan bila tidak cukup untuk mengembalikan pinjaman modal yang berupa emas – saya kategorikan rendah dalam hal solvability karena makin lama hutang makin tidak terbayar.

Dengan kriteria dan asumsi tersebut diatas, maka marilah kita lihat posisi masing-masing contoh jenis investasi yang ada di pasaran atau di lingkungan kita sebagai berikut

Asuransi

Untuk Asuransi, posisinya saya taruh di koordinat (1,1,1) artinya profitability rendah (pada umumnya dibawah inflasi bahan pangan), liquidity rendah karena pencairannya pada umumnya bersyarat yaitu bila kita mencapai usia tertentu, bila kita meninggal dlsb. Solvabilityjuga saya kategorikan rendah karena hasil yang lebih rendah dari apresiasi emas – Anda tidak mungkin bisa mengembalikan pinjaman emas yang sama bila emas tersebut digunakan untuk membayar premi asuransi.

Reksadana

Reksadana saya taruh dalam kordinat (2,2,2) artinya profitability sedang – kadang bisa melampau inflasi bahan pangan, liquidity sedang karena perlu proses tertentu untuk mencairkannya, dan solvability juga sedang – kadang cukup untuk mengembalikan pinjaman emas – kadang juga tidak.

Manufaktur

Ini asumsinya Anda berinvestasi langsung di sektor produksi, posisinya saya taruh di koordinat (3,2,3). Dengan asumsi Anda menerjuni bidang yang memang Anda kuasai, maka umumnya manufaktur bisa dengan mudah memberikan tingkat keuntungan yang melebihi angka inflasi bahan pangan sekalipun, namun dari sisi liquidity saya kategorikan sedang karena tidak semua asset bisa dengan mudah dicairkan. Dari sisi solvability saya kategorikan tinggi karena asset usaha pada umumnya akan tumbuh lebih cepat dari appresiasi emas – karena dia adalah harta yang berputar.

Property

Untuk property saya taruh di koordinat (2,1,2) , dia lumayan profitable bila dapat lokasi yang baik, rendah dalam hal liquidity karena tidak mudah menjualnya bila kita memerlukan dana dari investasi property ini. Dan dari sisi solvability – kurang lebih tumbuh mirip dengan pertumbuhan harga emas.

Kebun

Untuk kebun saya taruh di koordinat (3,1,3) yaitu sangat profitable bila ditangani oleh yang memang memahami bidangnya, sebagai contoh satu batang benih pohon jinjing harganya hanya Rp 1,000. Setelah lima tahun pohon ini bila tumbuh baik harganya dengan mudah akan mencapai ratusan ribu. Liquidity-nya rendah karena hanya akan bisa dipanen setelah mencapai usia tertentu – lima tahun atau lebih. Tinggi dalam hal solvability karena didanai dengan pinjaman emas-pun insyaAllah akan lebih dari cukup untuk mengembalikannya.

Deposito

Deposito saya taruh di posisi koordinat (1,2,1) , rendah dari sisi profitability karena semua Deposito saat ini memberikan hasil yang lebih rendah dari inflasi bahan pangan. Sedang dalam hal liquidity karena perlu waktu tertentu untuk mencairkannya, dan rendah dalam artisolvability karena bila dana diposito Anda diukur dari pinjaman emas – maka pinjaman tersebut akan semakin berat untuk bisa dibayar dengan hasil deposito Anda.

Tabungan

Agak mirip dengan deposito, yaitu rendah dalam hal profitability dan rendah pula dari sisisolvability  tetapi tinggi dalam hal liquidity karena tabungan Anda bisa dicairkan kapan saja. Maka posisi tabungan berada di koordinat ( 1,3,1).

Emas/Dinar

Emas/Dinar berada di posisi koordinat (2,3,3), sedang dalam hal profitability, tinggi dalam halliquidity (bisa dijual kapan saja dan dimana saja ) dan tinggi pula dalam hal solvability. Pinjaman emas/Dinar selalu dapat dibayar dengan emas/Dinar pula setiap saat.

Perdagangan

Inilah primadonanya investasi langsung di koordinat (3, 3, 3), yaitu profitability-nya yang tinggi. Bila modal Anda Rp 1 juta untuk berdagang dengan turnover awalnya Rp 1 juta per minggu dan untung bersih yang Anda investasikan kembali adalah 1 %, maka pada akhir tahun uang Anda menjadi Rp 1,000,000 x (1+ 1%) ^ 52 (52 minggu dalam satu tahun !) =  Rp 1,677,689.Liquidity tinggi karena harta para pedagang yang terus berputar antara barang dagangan – uang – dagangan – dan uang kembali begitu seterusnya. Solvability juga tinggi karena dia akan terus mampu mengembalikan pinjaman modal yang dikukur dalam emas sekalipun. Mungkin inilah yang menjadikan perdagangan itu  9 dari 10 pintu rizki !.

Dengan mengetahui posisi ‘kelereng-kelereng’ investasi tersebut, InsyaAllah Anda akan lebih mudah menentukan komposisi investasi Anda. Memang tidak straight forward Anda dapat langsung jump ke perdagangan – karena untuk ini diperlukan skills yang perlu terus dikembangkan.

Sebaliknya juga demikian, asuransi yang berada di kordinat (1,1,1) tidak harus serta merta ditinggalkan, keberadaanya masih diperlukan untuk risk sharing atau taawun – tolong menolong – dalam menghadapi risiko. Yang diperlukan hanyalah memperjelas posisi, bahwa ketika Anda membeli asuransi adalah karena fungsinya untuk bisa ber-taawun ini – sedangkan untuk investasinya, banyak yang lebih menarik seperti alternatif-alternatif tersebut.

Contoh lain dari bentuk investasi yang kurang menarik tetapi sangat kita butuhkan adalah tabungan di bank; dari sisi profitability memang rendah – tetapi sampai saat ini tabungan atau rekening koran di bank masih menjadi alternatif pengelolaan cash kita yang paling efektif. Toh kita memang tidak perlu membawa atau menyimpan tunai di bawah bantal kan ?. Jadi manfaatkan bank untuk keperluan cash manajemen, pembayaran dan sejenisnya – tetapi untuk investasi gunakan pilihan lain yang lebih menarik.

Dengan memahami kelemahan dari masing-masing karakter investasi tersebut diatas, kita juga bisa melakukan perbaikan-perbaikannya. Misalnya ketika saya menanam pohon jinjing saya tahu bahwa saya tidak akan bisa mengharapkan hasilnya paling tidak sampai lima tahun mendatang, maka untuk mengongkosi operasi day-to-day dan upah bagi yang merawatnya sampai lima tahun yang akan datang – di kebon jinjing tersebut saya pelihara kambing dan jamur. Susu kambing dan jamur dapat menjadi income harian yang mengkompensasi investasi jinjing tersebut.

Lebih dari itu semua, Anda juga bisa tidak setuju dengan letak kelereng-kelereng tersebut. Ini toh ‘kelereng’ investasi Anda sendiri, Anda bebas menentukan tempatnya dimana saja – asal Anda memiliki kriteria atau pertimbangannya yang jelas.

Selamat bermain kelereng...:)